Mengarungi kanal rawa, mandi dibawah naungan bintang, dan menjadi incaran buaya air tawar. Benar-benar lima hari yang penuh petualang !
Beberapa waktu lalu redaktur femina, Naomi Jayalaksana, diundang oleh WWF indonesia untuk menyusuri hutan rawa di taman nasional danau santarium dan tinggal beberapa duku dayak iban di hulu sungai kapus.
menemui suku tradisional nusantara dan menyelami kehidupan mereka adalah pengalaman yang tak ternilai. Selain gaya hidup nya yang masih terjaga secara tradisi. Untuk menuju ke lokasi tempat mereka tinggal juga sebuah petualang mereka tersendiri.
Begitulah yang saya temukan saat mengunjungisuku dayak iban yang tingal 700 kilometer dari ibukota kalimantan barat. Jauh didalam taman danau santarium.
Pagi itu, bunyi mesin prahu berkekuatan 3 pk yang saya tumpangi mengiring perjalanan membelah ketenangan air danau. Sisa-sisa kabut masih mengantung tipis di atas permukaan danau dan menebal di puncak-puncak pepohonan berusia puluhan, bahkan ratusan tahun yang tumbuh di rawa-rawa.
membawa suasana damai sekaligus mistis di meliau, salah satu kawasan perkampungan yang ada di danau santarium yang berluas total 132.3000 hektare.spontan, saya julurkan tangan untuk menangkap percikan dinginya air danau yang berwarna coklat kemerahan.
Bahkan asam tannin dari pohon dan daun yang membusuk dalam air inilah yang menyebabkan warna danau seunik ini. Saya melihat serumpun tanaman kantong samar berwarna hijau dengan sepuhan merah dibagian tepi dan tutupnya. Salah seorang penhulu perahu mengambil sebuah yang memiliki kantong besar.
Ia bercrita, ketika mencari ikan dan kelaparan, para nelayan dari suku dayak iban ini akan memakai kantong semar sebagi panci untuk menanak nasi. Caranya, membakar kantong semar yang sudah diisi beras dan air secukup nya.
Memang, dari penampilannya, agak meragukan jika kantong semar ini bisa bertahan oleh jerangan api. Tetapi, Selama keragu-raguan ini tidak terlontar keluar, maka apa yang di takutkan tidak terjadi. Sebaliknya, jika sampai terucap, maka kantong samar akan ikut terbakar habis. Oleh sebab itu , ritual memasak ini sebaik nya dilakukan dalam diam.
Nelayan biasa nya senang memetik jambu hutan. Buah nya tampak seperti segerombolan bunga kecil-kecil. Namun, bunga ini adalah buah yang bentuk maupun rasanya mirip dengan manis asam buah jambu air.Takhanya nelayan yang suka, buah unik ini juga merupakan kudapan favorit orang utan.
Orang utan merupakan bagian dari 147 spsies mamalia yang bisa ditemukan di kawasan danau. Mereka hidup berpindah-pindah dengan membangun sarang yang di buat dari tumpukan daun dengan tebal sampai tujuh lapis.
Meski tak berhasil berpapasan dengan salah satunya, saya berpapasan dengan para penghuni danau, seperti ular belang berbisa, biawak berang-berang dan burung enggang. Bagi suku dayak, burung enggang adalah totem yang sangat disakralkan.
mereka percaya, burung ini adalah jelmaan dari roh leluhur yang jadi pelindung meraka. Akar yang malang melintang dibawah air terkadang membuat kami harus mematikan mesin prahu agar baling-baling tidak patah.
Namun justru disaat seperti inilah telinga saya dibuai oleh suara alam.Bunyi arus sungai dan suara percikannya saat beradu dengan dayung, cericit dan lengkingan burung atau hewan mamalia, dan desahan daun yang ter tiup angin sepoi.
![]() |
| danau sentarium |
MENGENAL DAYAK IBAN
Setelah menempuh perjalanan darat 8 jam dari pontianak ke kabupaten sintang, dan lanjut dengan perjalanan dengan 8 jam perjalanan air memakai speedboat, akhirnya saya tiba di meliau. Bunyi pukulan alat musik kenong yang terbuat dari tembaga menngiringi tarian Ngajat dari dua wanita yang menyambut kedatangan kami.
Suku dayak iban adalah salah satu rumpun suku dayak yang terdapat di kalimantan barat, sarawak dan brunai. Komunitas yang tinggal di danau dantarium ini, hanya sebagian kecil saja dari dayak iban. Selama masa kolonial inggris, dayak iban sebelum dikenal dengan julukan dayak laut.
Saya meniti anak tangga kayu sempit minus pegangan yang menjulang tinggi menuju kerumah betang, tempat kami menginap. Rumah papan kakyu yang di bangun di atas pilar-pilar kuat kayu belian (kayu besi). Rumah batang rata-rata di bangun 8-9 meter dari tanah.
Sengaja di buat setinggi ini untuk menghindari tusukan tombak saat terjasi perang suku di masa lalu. Didalam rumah betang, terdapat selasar memanjang yang berfungsi sebagai balai pertemuan, tempat upaca adat, dan tempat bersosialisasi penghuninya.
Disepanjang slasar terdapat 14 bilik, yang setiap bilik nya dihuni oleh 2-3 kepala keluarga. Total, ada sekitar 27 kepala keluarga yang tinggal di rumah betang ini. Sebagai pendatang, saya wajib menjalani upacara gawai, tradisi penyambutan, sekaligus mengusir roh atau kekuatan jahat yang mungkin menempeli saya selama perjalanan.
Upacara berjalan cukup unik, setelah saya duduk, tetua adat yang sudah lanjut berkeliling sambil mengibaskan ayam jantan (hidup) ke atas kepala kami. Bagian adat yang di kenal dengan istilah manyauti ini di percaya sebagai penawar mimpi buruk dan roh jahat.
Kemudian, ayam tersebut di potong, dan bulu ekor yang sudah diclup darah ayam dasapukan keseluruh tamu agar semua hal yang buruk ikut di bawa pergi oleh ayam yang mati.
Barisan piring berisi berbagai penganan terhidang di depan kami. Ada sumanan pulut (nasi ketan dan bambu bakar) rendai (berondong padi), dan tompe (beras ketan yang di matangkan diatad daun pisang). Sebagi teman nya, mereka menyajikan baram, minuman dengan sedikit alkohol hasil dari fermentasi tapai.
Unik nya lagi, isi pinggang yang ter sisa kemudian disatukan dalam piring, lalu di gantung di langit-langit. Tiga hari kemudian, mereka akan melihat apakah ada makanan dan minuman yang isinya berkurang, tanda bahwa sesajen tersebut di makan roh. Bagian yang tidak dimakan di taburkan ke beberapa titik yang di percaya sebagai tempat bersemayan roh.
"Semua ritual ini mereka jalankan dengan tujuan untuk melestarikan budaya leluhur dan memohon keselamatan,"terang Anas Nasrullah, salah satu staf WWF indonesia yang mendampingi penduduk setempat.
Sebagian besar suku dayak iban di meliau menghidupi keluarga dengan menjadi nelayan. Tidak heran, jika di atas langit-langit kayu bilik tempat saya bermalam, terlihat gulungan jala dan jaring-jaring untuk menyimpan ikan.
Sementara para suami mencari ikan, para istri menganyam tikar dan tas punggung untuk menambah pendapatan. walau tinggal di pedalaman, anak-anak suku dayak iban tetap mengenal pendidikan. Untuk itu, murid SMP atau SMA, harus menempuh perjalanan dengan speedboat 40pk selama 2 jam dari meliau ke kota kecamatan batang lupar.
Meski hidup seberba minim, hubungan kekerabatan di antara mereka sangat erat. saat makan bersama menjadi favorit saya. di atas tikar yang digelar tersaji bermacam lauk dan sayur, termasuk masakan ikan hasil tangkapan mereka.
Setelah sempet makan ikan tawar bakar di atas restoran terapung di sitang, malam itu saya mencicipi ikan tapah dan toman (snakehead), ikan agresif yang bisa mencapai panjang lebih dari satu meter dan bobot lebih dari 60 kilogram.
Selain ikan-ikan ini, terdapat sekitar 266 spesie ikan yang hidup di danau sentariun, salah satunya ikan langka arwana merah yang kalou dijual bisa mencapai harga di atas jutaan dolar AS!
Kedua ikan yang egresif ini, bersama buaya dan ikan buntal yang beracun, menjadi ancaman tersendiri bagi warga yang tinggal di sungai. Makanya saya sempat waswas juga ketika tau bahwa kami harus mandi di sungai.
Untuk mandi saya harus turun kebawah dengan mengenakan kemben sejak dari kamar (tak ada kamar mandi untuk berganti pakaian). Minim listrik saya memakai lampu senter untuk penerang.
Dari lubang antarpapan yang membentuk bak, saya bisa merasakan desar arus sungai. Sempat deg-degan juga, bagaimana jika buaya, ular air, atau jenis ikan ganas masuk dari celah-celah papan dan menggigit saya ?
Tetapi, segar air sungai dan siraman sinar dari berlaksa-laksa bintang di langit malam yang jernih membuat saya lupa pada semua ketakutan itu. Kepenatan setelah perjalanan panjang sehari itu langsung lepas, berganti dengan harmoni alam yang menenangkan jiwa.
DOWNLOAD KATALOG
GRATIS DOWNLOAD!
* Special product: http://www.mediafire.com/?tbb8g1xai3vd128
* Kerah couple: http://www.mediafire.com/?c13735lplcm9v29
* Kaos couple: http://www.mediafire.com/?9dewcsn6dijn4xm
* Kaos cewe woman fashion: http://www.mediafire.com/?1s0qalbuf4s3za2\
* Baju simpel: http://www.mediafire.com/?fbb4ttfust8u4vb
* Baju Pria: http://www.mediafire.com/?663iq6zyfzpn3x0
>> Silahkan Pilih Kategory yang Kamu Inginkan <<

![]() |
| Daftar Reseller, Lalu Cek Email kamu Harga Reseller langsung dikirimkan. |
Mau Cari Kado Valentine yah disini aja..
Cara Belanja: Email ke orderbajucouple@gmail.com
Sebutkan :
nama :
email :
no hp :
KODE barang:
Ongkos kirim silahkan lihat disini: http://www.tarifjne.com/daftar/regular/jakarta
Rekening pembayaran ke:
BCA & Mandiri A/n Hendy Suprapto






Tidak ada komentar:
Posting Komentar